Rabu, 26 Oktober 2011

Lena Maria


lena maria lahir di Stockholm pada tahun 1968. ia dilahirkan tidak dalam tidak normal. ia dilahirkan dalam keadaan tidak normal, tanpa  kedua tangan dan salah satu kakinya hanya setengah, tidak seperti manusia umumnya. tai itu tidak menghilangkan semangatnya dan semangat orang tuanya untuk mendidiknya. sang oran gtua terus mendidiknya dengan penuh cinta dan kasih sayang, berkat kegigihan orang tuanya mendidik lena dalam keadaan cacat, lingkuangan keluarga dan tempat tinggalnya pun mulai mendukung dan memberikan semangat ke kedua orang tua untuk tetap mendidiknya dengan penuh kasih sayang.


sejak umur 3 tahun ia diajarkan unurk berenang. hingga pada umur 18 tahun ia mulai mengukir prestasi-prestasi yang menggembirakan. hingga membuat jerih payah orang tuanya tidak sia-sia. ia telah mendapat 3 medali perak di kejuaraan renang nasional dan meraih 2 rekor nasional. karena itu, ia langsung di nobatkan sebagai atlit nasional swedia. sejanjutnya ia mulai mengukir prestasinya di tingkat nasional. ia mendapatkan medali emas pada ajang PARALYMPIC GAMES di SEOUL 1988. sungguh prestasi yang sangat menggembirakan,
                                                           
setelah itu, ia menghentikan kariernya sebagai atlit. ia mencaba memulai karier di bidang seni.Ia mendapatan beasiswa dari pemerintah Swedia untuk melanjutkan pendidikannya di The Royal University College of Music, ia telah mengadakan konser dan tour diberbagai negara seperti: AMERIKA, RUSIA, JEPANG, dan juga sempat singgah di ASIA tenggara, yaitu MALAYSIA dan SINGAPURA, dan masih banyak negara-negara lain yang disinggahinya. Ia juga telah memiliki hingga 14 album. tidak hanya di bidang tarik suara, tetapi ia juga berbakat dibidang melukis, ia melukis hanya menggunakan mulut dan kakinya, tetapi hasilnya sungguh luar biasa. ia juga telah menerbitkan buku tentang dirinya, FOOTNOTE dan HAPPY DAYS, buku yang sangat inspiratif, dan menyentuh ini meraih best seller, dan telah diterjemahkan dalam berbagai bahasa, termasuk INDONESIA.

sebuah kisah sungguh memukau, walau dalam keadaan yang sangat terbatas, ia dapat memaksimalkan semua potensi yang ada pada dirinya. ia pernah berkata "Saya lebih memilih untuk bersyukur atas apa yang dapat saya lakukan- daripada kecewa atas apa yang tak dapat saya lakukan". semoga cerita ini dapat membuat kita lebih bersemangat dalam menjalani hari-hari.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar